Terapi Lini I untuk Alopecia Areata Berat | ethicaldigest

Terapi Lini I untuk Alopecia Areata Berat

Berdasarkan dua penelitian retrospektif, Janus Kinase (JAK) inhibitor tofacitinib adalah pengobatan yang menjanjikan untuk alopecia areata berat dan variasinya, pada orang dewasa dan remaja. "Untuk pasien dengan alopecia areata berat, alopecia totalis dan alopecia universalis, tofacitinib adalah terapi lini pertama," kata Dr. Brett A. Raja dari Yale University di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat.

Alopecia areata (AA) adalah gangguan autoimun umum, yang mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa. Tidak ada pengobatan yang efektif, tulis Dr. King dan rekan-rekannya di Journal of American Academy of Dermatology secara online, 2 November 2016. Setelah mendapat hasil yang memuaskan dari penelitian klinis label terbuka dalam durasi pendek, para peneliti menganalisa catatan 90 pasien, 78 diantaranya terus menggunakan obat. Usia saat onset penyakit berkisar 1,5 - 65 tahun, dan durasi penyakit berkisar dari 2 - 54 tahun.

Dari 65 pasien yang diklasifikasikan sebagai responden potensial—berdasarkan durasi penyakit selama 10 tahun atau kurang, pada mereka dengan alopecia totalis (AT) atau alopecia universalis (AU)--20% adalah complete responders terhadap tofacitinib, 38,4% intermediate responders, dan 18,5% adalah moderate responder. Sebanyak 15 pasien (23,1%) adalah non responder. Hanya 8 dari 25 pasien yang diklasifikasikan kecil kemungkinannya memberi respon terhadap pengobatan, yang menunjukkan respon klinis.

Pasien dengan AA memiliki perbaikan skor Severity of Alopecia Tool (SALT), yang secara signifikan lebih tinggi dibanding pasien AT / AU (59,0%). Tidak ada efek samping serius selama durasi median 12 bulan pengobatan. “Pengalaman yang meluas terkait pengobatan AA berat,  penelitian ini akan membantu mengarahkan pada penelitian klinis yang penting, untuk merinci efikasi dan keamanan JAK inhibitors pada penyakit ini,” tulis peneliti.

Dr. King dan rekan merinci pengalaman 13 pasien remaja dengan AA, yang diobati dengan tofacitinib selama median 5 tahun. Sebanyak 10 pasien mengalami pertumbuhan ulang rambut, satu diantaranya kemudian dianggap non responder karena mengalami kerontokan rambut yang telah tumbuh. Tiga pasien lain hanya mengalami pertumbuhan rambut ulang, yang sangat minimal.

Perbaikan minimal pada skor SALT adalah 93% secara keseluruhan dan 100% pada responder. Efek samping ringan, mencakup sakit kepala pada tiga pasien, infeksi respirasi bagian atas pada empat orang pasien dan peningkatan enzi liver ringan pada empat pasien. Semuanya kembali normal ketika diperiksa ulang, meski masih menjalani terapi tofacitinib.

Dr. King menyimpulkan, tofacitinib harus dipertimbangkan untuk pengobatan alopecia areata berat, alopecia totalis dan alopecia universalis. Karena AA sering terjadi  pada anak usia dini atau remaja, yang merupakan masa rapuh bagi pasien dan keluarga, pengobatan tofacitinib untuk AA berat dipertimbangkan pada remaja.

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.