Skala Depresi Geriatri | ethicaldigest

Skala Depresi Geriatri

Geriatric Depression Scale (GDS) merupakan instrumen yang paling sering digunakan, untuk mendiagnosis depresi pada usia lanjut. GDS dikembangkan dan divalidasi oleh dua penelitian. Dalam salah satu penelitian, dipilih 100 pertanyaan dengan tipe jawaban “ya/tidak”, yang berguna untuk membedakan depresi pada usia lanjut dengan normal usia lanjut. Kemudian, dipilih 30 pertanyaan yang memiliki korelasi tertinggi dengan 100 pertanyaan tersebut. Dalam penelitian lain, skala 30 pertanyaan divalidasi dengan skala depresi lain, seperti skala depresi Zung (SDS), dan skala depresi Hamilton (HAMD).

Dari penelitian lain, didapatkan korelasi antara kriteria klasifikasi (tidak depresi, depresi ringan, dan depresi berat) dengan skala GDS, SDS dan HAMD, yang semuanya secara statistik bermakna. Dalam pertanyaan GDS-30, didapatkan sensitivitas 84% untuk skor di atas 11 dan spesifitas 95% dengan DSM III, sebagai standar pemeriksaan baku emas. Karena pertanyaan pada GDS-30 panjang dan banyak, dikembangkan versi yang lebih pendek, bervariasi antara 15 pertanyaan dan 1 pertanyaan.

Di antara versi-versi tersebut, GDS 15 pertanyaan paling sering digunakan untuk mendeteksi depresi pada lanjut usia dan dapat berfungsi sebaik GDS 30 pertanyaan. Meski demikian, fakta menunjukkan bahwa GDS-15 sedikit berbeda dari GDS-30, dalam kemampuannya mendeteksi depresi dan kapabilitasnya berbeda, tergantung jenis kelamin, pengaturan, dan acuan baku yang digunakan (ICD atau DSM).

GDS-15 mempunyai sensitivitas 80,5% dan spesifisitas 75% pada titik potong skor 5/6, dengan Structure Clinical Interview for DSM IV (SCID) sebagai perbandingan. GDS-15 dan GDS-30 berkorelasi tinggi (r=0,89) dan mempunyai tingkat sensitivitas mirip, tetapi spesifisitas GDS-15 sedikit lebih rendah dibanding GDS-30.

Sebuah studi di Yunani mendapatkan sensitivitas 92,23% dan spesifisitas 95,24% dengan konsistensi internal tinggi, yaitu Cronbach’s Alpha=0,94 pada GDS-15 dengan titik potong 6/7. Dalam satu metaanalisa terhadap 15 penelitian yang menggunakan GDS-15, didapatkan sensitivitas 84,3% (95% CI 79,7-88,4%) dengan spesifisitas 73,8% (95% CI 68,0-79,2%).

Jika responden menderita gangguan kognitif yang signifikan, sensitivitas turun menjadi 70,2% (95% CI 47,7-88,5%) dan spesifisitas naik menjadi 74,5% (95% CI 61,2-85,7%). Jika digunakan di perawatan rumah jangka panjang (Long Term Care [LTC] Home), sensitivitas dan spesifisitas menjadi 86,6% dan 72,3%, dan jika digunakan pada pasien rawat jalan didapatkan sensitivitas dan spesifisitas menjadi 82,2% dan 74,5%.

Penelitian lain membandingkan GDS-15 untuk mendeteksi depresi mayor di rumah perawatan dengan rawat jalan geriatri di Thailand. GDS-15 hasilnya lebih baik pada pasien rawat jalan geriatric, dengan sensitivitas 92% dan spesifisitas 87% (titik potong ≥5). Sedangkan pada kelompok di rumah perawatan jangka panjang dengan kognitif masih intak, sensitivitasnya mencapai 100% dan spesifisitas 49% (titik potong ≥8). Nilai prediksi negatif sama baiknya pada kedua kelompok. Tapi, nilai prediksi positif pada kelompok rawat jalan lebih baik daripada pada kelompok perawatan rumah jangka panjang (83,3% vs 31,2%).

Debruyne H. dan kawan-kawan meneliti reliabilitas GDS-30 untuk mendeteksi gejala depresi pada demensia dan gangguan kognitif ringan, menggunakan Cornell Scale For Depression in Dementia (CSDD) sebagai baku emas. Pada gangguan kognitif ringan, didapatkan korelasi sedang, tetapi signifikan antara GDS-30 dengan CSSD (Pearson: r=0,565, p<0,001). Pada demensia Alzheimer ringan (r=0,294; p=0,001), sedang (r=0,273, p=0,010) dan berat (r=0,348; p=0,032), didapatkan korelasi lemah antara GDS-30 dengan CSSD.

Analisis kurva ROC mendapatkan nilai sensitivitas dan spesifisitas 95% dan 67%, jika diambil 8 sebagai titik potong GDS-30 pada gangguan kognitif ringan. Pada penderita demensia Alzheimer, didapatkan sensitivitas rendah dan spesifisitas tidak dapat diambil titik potong optimalnya pada analisis kurva ROC.

Pada  penelitian ini disimpulkan, dengan CSSD sebagai baku emas, GDS-30 dapat digunakan untuk mendeteksi gejala depresi pada gangguan kognitif ringan. Tapi, tidak pada penderita dengan demensia Alzheimer. Untuk mendeteksi gejala depresi pada penderita demensia, disarankan menggunakan instrumen lain yang lebih spesifik seperti Cornell Scale for Depression in Dementia (CSDD).

BACA JUGA DIAGNOSIS DEPRESI PADA LANSIA

Leave a comment

Filtered HTML

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <blockquote> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.